pelajaran di kereta


Malam ini q g bs tidur, emang g biasanya tidur jam segini, masih jam 23.07 waktu laptopku. Sambil ngelamun, terbersit pikiran ingin pulang, kangen rumah, karena sdh beberapa minggu g mudik ke kampung halaman tercinta. Sejenak q pejamkan mata, Q jd teringat ketika mudik beberapa minggu yg lalu………
------------------------------------------------------------------------------------
Jam 14.xx waktu HPkuw (q lupa detailnya), q menanti sang Sritanjung di jalur 2 sta. gubeng. Tanpa henti q liat ke ujung rel sebelah selatan, siapa tau sang sritanjung yg baru pulang dari lempuyangan itu uda datang. Bukannya q g sabar untuk plg kerumah, tp q g sbr utk ketemu sm seseorang. ^^ . akhirnya sang sri tanjung pun tiba, singkat cerita, q pun naik dan duduk di kursi tua sang sri tanjung ( jarang2 q dpt du2k. thx yach….. ), dan melanjutkan perjalanan ke sta. semut untuk ganti loko. Tapi bukan hal itu yg menarik perhatianku…

Sepanjang perjalanan, selayaknya kereta ekonomi yg lain, di dalam kereta penuh sesak dengan penumpang, pedagang asongan, mungkin jg ada copet. Yg membuatku jengkel, pedagang asongan itu. Mondar mandir tiada henti di lorong sesak dalam gerbong kereta, sambil tiada henti mereka menjajakan dagangannya.

Iseng2, q memperhatikan tingkah laku seorang pedagang. Masih belum terlalu tua usianya. Q hitung, dia mondar mandir di dekatku hampir 10 kali.padahal hanya sedikit penumpang yang tertarik membelinya. Kebetulan dy menjajakan makanan kecil dan minuman dingin. Suatu saat, pedagang itu berjalan kearahku lg, entah ini adalah “bolak-balik” yg keberapa, tp belum sampai ke tempatku, pedagang itu menghentikan langkahnya, diam sejenak, entah memikirkan apa, kemudian dia berbalik arah dan pergi. Padahal kalau dia sedikit saja meneruskan langkah kakinya ke tempatku, insyaAllah dagangannya bakalan ada yg laku. Soalnya sebelumnya, ibu yg duduk di deket kursiku uda “rasan-rasan” haus, dan berencana membeli minuman dingin ke pedagang tersebut. Sayang, ternyata belum rejeki pedagang tersebut…

------------------------------------------------------------------------------------
Memang, suatu hasil itu membutuhkan proses. Proses yg tidak selalu singkat. Terkadang kita sudah menjalani proses tersebut, kita sudah berada pd jalur yg benar untuk mewujudkan keinginan kita, tapi karena tidak konsisten dan putus asa, kita secara g sadar menghentikan proses tersebut. Padahal, mungkin saja, seandainya kita sedikit “memaksa” diri kita untuk maju selangkah melanjutkan proses tersebut, hasil yg kita impikan akan kita dapatkan. Karena kita tidak akan tau kpn tujuan kita akan tercapai… ganbatte!!! Kip spirit! Never giv up! And kip smile…. 

Sebuah pelajaran yg dapat q ambil dari seorang pedagang tadi. Semoga bermanfaat…..

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Post a Comment

Silahkan berkomentar, komentar Anda sangat kami hargai