02 Oktober Hari Batik Nasional???



JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional setelah UNESCO besok menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda.

Presiden sebelumnya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk serentak memakai busana batik pada Jumat, 2 Oktober. "Ini merupakan langkah positif. Cuma, kenapa Pak SBY tidak langsung saja menetapkan setiap 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional," ujar desainer Musa Widiatmodjo.



Menurut Penasihat Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) ini, kalau ditegaskan ada Hari Batik Nasional, maka akan membuat masyarakat makin yakin dan bangga dengan batik.

Perancang senior Josephine Werratie Komara yang akrab disapa Obin mengatakan bagi dia setiap hari adalah hari batik. "Everyday is batik," tukasnya.

Dia mengungkapkan batik itu dasarnya adalah kain. Jadi kain bisa dipakai setiap hari. Kalau ditetapkan jadi Hari Batik Nasional, nantinya seperti Hari Kartini. "Di mana setiap perempuan berkebaya dan bersanggul. Setelah itu tak ada apa-apa lagi," kata perempuan yang sudah malang melintang dengan batik sejak 1970-an ini.

Menurut Obin, yang terpenting adalah bagaimana batik diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Caranya bisa dengan memasukkan batik sebagai pelajaran tambahan di TK, SD sampai tingkat perguruan tinggi. "Dengan begitu akan muncul 4M, yaitu seseorang akan memiliki batik, memahami batik, mendalami batik, dan memakai batik. Akhirnya masyarakat akan memakai dan mencintai batik."

Aktor dan presenter Jeremy Thomas mengaku mencitani batik sejak lima tahun lalu. Kemeja batik motif lawas yang diburunya dari Madura, Cirebon, Yogyakarta dan Solo dan dari pameran tersebut, dirancang dan dibuat oleh isterinya sendiri Ina Thomas, yang juga seorang desainer dan pengusaha butik.

Bagi Jeremy ada rasa bangga dan wibawa bila berbusana batik. "Kelihatannya pria yang memakai batik itu lebih bijaksana, dan terkesan dari orang baik-baik," ujarnya sembari tertawa.

Dia mengaku tidak sungkan memakai batik walau berada di luar negeri. "Malah ini menjadi suatu langkah promosi. Tanpa sadar kita sudah mempromosikan kebudayaan Indonesia. Saya malah mengusulkan kepada pemerintah untuk mengangkat Duta Batik, baik dari kalangan selebritas, pengusaha, atau pejabat, agar bisa jadi panutan dan mempromosikan batik di seluruh dunia."

Pengakuan dari lembaga PBB tersebut, kata Jeremy, merupakan suatu langkah positif yang perlu disambut dengan baik dan bangga oleh masyarakat Indonesia. (tw)
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

Hari batik nasional? wah kayaknya keren tuh. Pantesan di kampus tadi banyak banget temen-temen yang pakai baju batik. Saya baru tahu dari seorang kawan kalau hari ini katanya ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Hmmm, terobosan yang sangat bagus dari pemerintah ditengah gencar-gencarnya klaim dari negara tetangga akan satlah satu budaya warisan leluhur kita itu. Hal ini akan menumbuhkan rasa memiliki dan bahkan rasa bangga kita terhadap budaya batik, sehingga diharapkan budaya ini tidak akan punah seiring dengan berjalannya waktu. Mungkin kalau pemerintah mewajibkan batik sebagai salah satu seragam sekolah di indonesia akan lebih bagus lagi, karena akan memupuk rasa cinta terhadap budaya batik ini sejak dini. Sehingga nantinya tidak ada lagi remaja yang malu memakai batik, sehingga budaya batik akan semakin populer dan akan mengakar sebagai warisan budaya leluhur bangsa.

So, tunggu apa lagi?
Pakai batik yuuuuuk...

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Post a Comment

Silahkan berkomentar, komentar Anda sangat kami hargai