Susahnya blogging di desa


Blogging sudah menjadi hal yang cukup mengasyikkan bagi saya beberapa bulan terakhir ini. Banyak teman dan ilmu yang saya dapat dari dunia ini, asyik bukan?. Memang sih kadang bisa menjadi membosankan, tapi itu hanya terjadi beberapa saat dan tidak berlangsung lama karena selalu banyak motivasi baru untuk selalu mencoba menjadi blogger yang bahagia. :) . Lah kok jadi cerita ini itu sih? terus apa hubungannya dengan judul postingan ini? hehehe


Susahnya blogging di desa, ya itulah kenyataannya bagi saya. Dunia blogging yang begitu mengasyikkan terpaksa saya jauhi sejenak karena keterbatasan koneksi di desa. Ya, sekarang saya sedang berada di desa kelahiran dalam rangka melaksanakan ibadah puasa bersama keluarga, setelah sebelumnya saya berada di ibukota propinsi Jawa Timur untuk study. Oleh karena itu frekuensi blogging saya sangat berkurang karena untuk mendapatkan koneksi internet saya harus ke warnet yang tempatnya agak jauh dari rumah, karenanya saya jadi malas untuk beraktifitas di dunia maya. Namun meski begitu, saya tetap berusaha menjadi blogger yang bahagia. :)

Anda menyukai artikel-artikel dari MasCipul[dot]Com? Ingin selalu update dengan artikel2 seperti ini? Cukup berlangganan di [sini]/mengisikan alamat email Anda ke kotak subriber kami atau menjadi Followers dari MasCipul[dot]Com, maka Anda akan selalu update artikel-artikel dari MasCipul[dot]Com yg akan Kami kirim langsung ke email Anda setiap harinya
silahkan copy artikel ini jika dirasa bermanfaat asal jangan lupa cantumkan link blog ini. trims

{ 4 komentar... Views All / Send Comment! }

Dhana/戴安娜 said...

salam sahabat
helah kirain saya aja yang merasakan kondisi seperti ini mas...

mascipul said...

sama lah mbak, susah di desa kalo mau blogging.

tp asyiknya bs kumpul sm keluarga tercinta :)

wc-sekolah said...

tukeran link mas, linknya sudah sy pasang dg nama "MASCIPUL"

Ka Damar said...

saja juga asli ndeso Mas, koneksi paling banter jam 1 pagi

Post a Comment

Silahkan berkomentar, komentar Anda sangat kami hargai