Batam - Singapura dihubungkan Jembatan. Siapa yg Untung?


VIVAnews - Perdagangan antara Singapura dan Kepulauan Riau sangat signifikan. Dan jika ada sebuah jembatan menghubungkan kedua kawasan, tentu angka perdagangan akan semakin signifikan.

Harry Azhar Azis, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Riau, menyebut, ekspor non-minyak Kepulauan Riau ke Singapura mencapai US$4 juta, sementara impor US$6,5 juta. Angka itu perdagangan yang sah dan resmi, belum lagi jika dihitung perdagangan ilegal di antara kedua kawasan.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR yang membidangi keuangan itu, total investasi di Kepulauan Riau sampai Juni 2009 adalah US$1,16 juta, di mana 72 persen datang dari Singapura. Angka investasi yang umumnya sektor industri ini telah berlipat ganda dalam sepuluh tahun.

Turis masuk melalui Batam, dari 1,061 juta turis, 663 ribu di antaranya adalah dari Singapura. Desember 2008, pengeluaran turis adalah US$110 perhari dan rata-rata tinggal adalah 3,15 hari.

Namun, menurut Harry, sebelum jembatan dibangun, sejumlah infrastruktur di Batam, Bintan dan Karimun harus dibenahi dahulu. "Khususnya dalam hal yang bisa membuat mereka efisien," kata politisi Golkar itu dilansir laman pribadinya.

Kedua, harus ada kebijakan umum yang fleksible untuk menyediakan jasa yang ramah, sehingga sektor industri bisa berkembang dan lebih kompetitif. Ketiga, kawasan BBK ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk menyediakan infrastruktur seperti pelabuhan yang lebih efisien.

Kemudian, juga sinkronisasi kebijakan dan implementasi Dewan Kawasan BBK dan Dewan Pelaksana Free Trade Zone. "Problem dengan birokrasi harus dipecahkan dengan meningkatkan kapasitas dan sistem renumerasi," ujar Harry.

Jika masalah-masalah di atas bisa diselesaikan, sebuah jembatan yang menghubungkan Batam dengan Singapura bisa saling menguntungkan kedua pihak. "Ide membangun Jembatan Batam-Bintan sebagaimana Jembatan Batam-Singapura lebih baik diformulasikan untuk mengembangkan ukuran pasar di kawasan tersebut," kata Harry.

Setelah China- ASEAN Free Trade Arrangements (AFTA) berlaku, keberadaan Jembatan Batam-Singapura menjadi sebuah kesempatan baru. Ekspor-impor akan tumbuh kencang. Dan untuk memulainya, Indonesia dalam hal ini Kepulauan Riau harus banyak berbenah.

Anda menyukai artikel-artikel dari MasCipul[dot]Com? Ingin selalu update dengan artikel2 seperti ini? Cukup berlangganan di [sini]/mengisikan alamat email Anda ke kotak subriber kami atau menjadi Followers dari MasCipul[dot]Com, maka Anda akan selalu update artikel-artikel dari MasCipul[dot]Com yg akan Kami kirim langsung ke email Anda setiap harinya
silahkan copy artikel ini jika dirasa bermanfaat asal jangan lupa cantumkan link blog ini. trims

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Post a Comment

Silahkan berkomentar, komentar Anda sangat kami hargai